Medan, setelah sejak tanggal 6 januari 2026 tim Pramuli Kwarda Jateng yang dikomandoi langsung oleh Ka. Kwarda, kak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, MSc, menyambangi dan menyalurkan Donasi dari Kwarda Jateng di beberapa titik pengungsian korban terdampak di Sumatra Barat, jumat 9 Januari 2026, tim Pramuli Kwarda Jateng menuju ke Sumatra Utara, dari Bandara Minangkabau menggunakan pesawat terbang menuju ke Medan Sumatra Utara.
Sekitar pukul 15.00 WIb tim Pramuli Kwarda sampai di Medan dan disambut oleh perwakilan Pengurus Kwarda Sumatra Utara, yang dilanjutkan dengan pertemuan dengan pengurus Kwarda Sumut di kantor Kwartir Daerah.
Dalam pertemuan di Kantor Kwarda dipaparkan tentang daerah daerah terdampak bencana alam di Sumatra Utara serta korban dan kondisinya. Ada 479.045 Kepala Keluarga atau sebanyak 1.803.549 jiwa yang terdampak, dan dari sejumlah itu, 3.371 Kepala Keluarga atau sekitar 13.000 jiwa lebih berada di pengungsian, sedangkan korban jiwa di Sumatra Utara akibat bencana alam yang terjadi, sebanyak 374 meningggal dunia dan 126 luka luka
Sementara infra strutur, seperti ruas jalan, ada ratusan titik yang mengalami kerusakan dan puluhan titik jembatan yang putus atau rusak, demikian juga dengan lahan pertanian dan perkebunan ada ribuan hektar yang mengalami kerusahan belum lagi dari sektor peternakan dan perikanan.
Bencana alam memang bisa memporakporandakan kita, dan itu bisa terjadi karena cuaca yang ekstrim dan kondisi ekologis yang rentan, menjaga agar alam tetap lestari dan tidak melakukan perusakan adalah langkah untuk mewujudkan alam menjadi kapasitas yang berdaya guna, dan Pramuka Jawa Tengah harus menjadi yang terdepan dalam pelestarian alam. (why-lkm) 













