ITAJAMNAS KWARRAN SIRAMPOG 2026 BUKAN SEKADAR AJANG KOMPETISI SEREMONIAL SEMATA.

Reporter : Dodi Riyanto

Sirampog – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Sirampog resmi menggelar Itamjamnas 2026 yang berlangsung dari hari Selasa 1 september  hingga Kamis 3 September 2026. Kegiatan perkemahan tingkat penggalang ini dipusatkan di Lapangan Plang Buniwah, Kecamatan Sirampog, dan diikuti oleh ratusan anggota Pramuka dari berbagai sekolah.

Sebanyak 31 gugus depan (gudep) Sekolah Dasar se-Kwarran Sirampog turut ambil bagian dalam perhelatan ini. Setiap gudep mengirimkan kontingen terbaiknya untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian agenda yang telah dirancang oleh panitia pelaksana.

Tujuan utama dilaksanakannya Itamjamnas 2026 ini adalah untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, serta kerja sama antaranggota. Selain itu, kegiatan ini diproyeksikan menjadi wadah pembinaan yang efektif untuk memperkuat karakter generasi muda Pramuka Penggalang di wilayah Sirampog.

Rangkaian acara diawali dengan aksi gotong royong mendirikan tenda oleh seluruh gudep yang berpartisipasi sejak Selasa pagi. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan tampak menyelimuti area Lapangan Plang Buniwah saat para peserta bekerja sama mendirikan markas kontingen mereka masing-masing.

Setelah proses pendirian tenda usai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan upacara pembukaan secara khidmat. Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarran, para pembina pendamping, serta seluruh peserta perkemahan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara dalam kegiatan upacara pembukaan tersebut  Ka. Kwarran Sirampog, kak M. Zamzami, S.Pd.SD,  yang dalam sambutan pengarahannya menekankan pentingnya esensi dari perkemahan ini. Kak Zamzami berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seremonial semata. “Semoga para peserta Itamjamnas 2026 Kwarran Sirampog bukan hanya berkemah dan berlomba, tetapi juga bisa mengamalkan dasa darma pramuka,” ujar kak Zamzami.

Selama tiga hari, para peserta akan diuji melalui berbagai kegiatan edukatif, lomba keagamaan, teknik kepramukaan (tekpram), penjelajahan, hingga pentas seni kebudayaan. Diharapkan setelah menyelesaikan Itamjamnas 2026, seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman berharga dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.-(lkm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *